. Membuat Program Algoritma Brute Force 2 (Pencarian, Sort Bilangan) Menggunakan C-Free/Turbo C++ - Berbagi Pengetahuan

Membuat Program Algoritma Brute Force 2 (Pencarian, Sort Bilangan) Menggunakan C-Free/Turbo C++

Assalamu’alaikum…

            Dalam Pembahasan sebelumnya saya telah memberikan contoh program Algoritma Brute Force Pencarian Index. Kali ini, saya ingin memberikan sedikit pengetahuan tentang Membuat Program Algoritma Brute Force 2 (Pencarian Bilangan, Sorting Bilangan, Perkalian Matrix) Menggunakan C-free atau Turbo C++. Disini saya akan memberikan Listing Program, Dan Logika Programnya + Output-nya, oke deh langsung saja ya disimak.. :

1.      Listing Program :

#include<stdio.h>

#include<conio.h>

#include<iostream.h>

void prima (),bsort(),kalimatriks();

main()      {

 start :

 int x;

 clrscr();

 printf ("\n \t Algoritma Brute Force \n");

 printf ("\n ==========================================");

 printf ("\n \t 1. PencarianBilangan Prima");

 printf ("\n \t 2. Sorting Bilangan");

 printf ("\n \t 3. PerkalianMatriks");

 printf ("\n \t 4. Exit ");

 printf ("\n ========================================= \n");

 printf ("\n MasukkanPilihan (1-4) : ");

 scanf ("%d",&x);

 switch(x)  {

      case 1  : prima ();

              goto start;

      case 2  : bsort();

              goto start;

      case 3  : kalimatriks();

              goto start;

      case 4  : return 0;

      default :clrscr();

          printf("\n \n \n \n \n \n \t \t \t Anda Salah memasukkan Input");

          printf("\n \t \t Program Akan DirestartSetelahAndaMenekanTombol Enter");

              getch();

              goto start;     }}

void prima ()     {

  intbil,j;

  clrscr();

  printf ("\t \t \t PencarianBilangan Prima \n \n \n");

  printf ("Masukkan Data Yang InginDiinput: ");

  scanf("%d",&bil);

  for(j=2;j<=bil;j++)   {

       if ((j%2>0)&&(j%3>0)&&(j%5>0)&&(j%7>0) || (j==2)||(j==3)||(j==5)||(j==7))

       printf ("%i ",j);      }

  getch();  }

voidbsort()      {

  inti,j,temp,n,bil[100];

  clrscr();

  printf ("\t \t \t Sorting Bilangan \n \n \n" );

  printf ("Masukkanjumlahbilangan: " );

  scanf ("%d",&n);

for(i=0;i<n;i++)  {

  printf ("Bilanganke-%d \t: ",i+1);

  scanf ("%d",&bil[i]); }

 printf ("\n");

 for(i=0;i<n-1;i++)     {

  for(j=n-1;j>i;j--)    {

      if (bil[i] >bil[j])    {

       temp = bil[i];

       bil[i] = bil[j];

       bil[j] = temp;   } } }

 printf ("Sorting:");

 for(i=0;i<n;i++) {

  printf ("%d",bil[i]);

  if (i!= n-1)    {

      printf (",");     } }

 getch();   }

voidkalimatriks()      {

 inti,j,k,temp,ordo,ma[10][10],mb[10][10],mc[10][10];

 clrscr();

 printf ("\t \t \t PerkalianMatriks \n \n \n");

 printf ("MasukkanOrdoMatriks: ");

 scanf ("%d", &ordo);

 printf ("Matriks A: ");

 for(i=0;i<ordo;i++)    {

  for(j=0;j<ordo;j++)   {

      gotoxy((j+1)*5,i+6);

      scanf ("%d", &ma[i][j]);      } }

 printf ("\n");

 printf ("Matriks B: ");

 for(i=0;i<ordo;i++)    {

  for(j=0;j<ordo;j++)   {

      gotoxy((j+1)*5,i+8+ordo);

      scanf ("%d", &mb[i][j]);      } }

 for(i=0;i<ordo;i++)    {

  for(j=0;j<ordo;j++)   {

      temp = 0;

      for(k=0;k<ordo;k++)     {

       temp += ma[i][k] * mb[k][j]; }

      mc[i][j] = temp;  } }

 printf ("\n \n");

 printf ("HasilMatriks A * Matriks B: ");

 for(i=0;i<ordo;i++)    {

  for(j=0;j<ordo;j++)   {

      gotoxy((j+1)*5,i+11+ordo*2);

      printf ("%d",mc[i][j]); } }

 getch();   }



2.      Logika Program

#include<stdio.h>

=>        Berfungsi sebagai “#include” memasukkan file header dalam source code, “stdio.h” untuk menggunakan fungsi standar input dan output.

#include<conio.h>

=>        Berfungsi sebagai “conio.h” untuk menggunakan fungsi getch, clrscr, berserta mengontrol input dan output .

#include<iostream.h>

=>        Berfungsi sebagai “iostream.h”untuk berkas-berkas yang berisi deklarasi untuk berbagai fungsi yang dibutuhkan oleh perangkat lunak, atau class-class yang dibutuhkan.

void prima (),bsort(),kalimatriks();

=>        Berfungsi sebagai pemberian nama class yang akan digunakan nantinya.

main()      {
 start :
 int x;
 clrscr();
 printf ("\n \t Algoritma Brute Force \n");
 printf ("\n ==========================================");
 printf ("\n \t 1. PencarianBilangan Prima");
 printf ("\n \t 2. Sorting Bilangan");
 printf ("\n \t 3. PerkalianMatriks");
 printf ("\n \t 4. Exit ");
 printf ("\n ========================================= \n");
 printf ("\n MasukkanPilihan (1-4) : ");
 scanf ("%d",&x);

=>        Berfungsi sebagai “start:” bisa disebut nama class yang akan dipanggil nantinya, pada saat pemilihan menu. “%d”berfungsi mengambil angka yang bersifat desimal, yang akan disimpan ke dalam variable “x”

 switch(x)  {
      case 1  : prima ();
              goto start;
      case 2  : bsort();
              goto start;
      case 3  : kalimatriks();
              goto start;
      case 4  : return 0;
      default :clrscr();
          printf("\n \n \n \n \n \n \t \t \t Anda Salah memasukkan Input");
          printf("\n \t \t Program Akan DirestartSetelahAndaMenekanTombol Enter");
              getch();
              goto start;     }}

=>        Berfungsi sebagai “switch (x)” akan menggunakan isi dari variable “x” yang telah kita isi tadi, dan akan berpindah sesuai nomor panggilan class yang kita inginkan dengan perintah “goto nama_kelas;”. Dan “return 0;” untuk terminated program tersebut.

void prima ()     {
  intbil,j;
  clrscr();
  printf ("\t \t \t PencarianBilangan Prima \n \n \n");
  printf ("Masukkan Data Yang InginDiinput: ");
  scanf("%d",&bil);
  for(j=2;j<=bil;j++)   {
       if ((j%2>0)&&(j%3>0)&&(j%5>0)&&(j%7>0) || (j==2)||(j==3)||(j==5)||(j==7))
       printf ("%i ",j);      }
  getch();  }

=>        Berfungsi sebagai “void prima()” memberi nama class. Menurut perintah di atas ini adalah angka akan dimulai dari “2 3 5 7 ...”dan selalu bersifat integer.

voidbsort()      {
  inti,j,temp,n,bil[100];
  clrscr();
  printf ("\t \t \t Sorting Bilangan \n \n \n" );
  printf ("Masukkanjumlahbilangan: " );
  scanf ("%d",&n);
for(i=0;i<n;i++)  {
  printf ("Bilanganke-%d \t: ",i+1);
  scanf ("%d",&bil[i]); }
 printf ("\n");
 for(i=0;i<n-1;i++)     {
  for(j=n-1;j>i;j--)    {
      if (bil[i] >bil[j])    {
       temp = bil[i];
       bil[i] = bil[j];
       bil[j] = temp;   } } }
 printf ("Sorting:");
 for(i=0;i<n;i++) {
  printf ("%d",bil[i]);
  if (i!= n-1)    {
      printf (",");     } }
 getch();   }

=>        Berfungsi sebagai “void bsort()” memberi nama class bsort. Di sini variable bersifat integer semua. Dan yang telah diberikan tanda “fungsi” adalah inti dari pencarian bilangan pengurutan dengan membandingkan nilai yang diturunkan dari yang telah kita masukkan sebelumnya di atas. Setelah itu baru diurut kan sesuai yang kecil pertama.

voidkalimatriks()      {
 inti,j,k,temp,ordo,ma[10][10],mb[10][10],mc[10][10];
 clrscr();
 printf ("\t \t \t PerkalianMatriks \n \n \n");
 printf ("MasukkanOrdoMatriks: ");
 scanf ("%d", &ordo);
 printf ("Matriks A: ");
 for(i=0;i<ordo;i++)    {
  for(j=0;j<ordo;j++)   {
      gotoxy((j+1)*5,i+6);
      scanf ("%d", &ma[i][j]);      } }
 printf ("\n");
 printf ("Matriks B: ");
 for(i=0;i<ordo;i++)    {
  for(j=0;j<ordo;j++)   {
      gotoxy((j+1)*5,i+8+ordo);
      scanf ("%d", &mb[i][j]);      } }
 for(i=0;i<ordo;i++)    {
  for(j=0;j<ordo;j++)   {
      temp = 0;
      for(k=0;k<ordo;k++)     {
       temp += ma[i][k] * mb[k][j]; }
      mc[i][j] = temp;  } }
 printf ("\n \n");
 printf ("HasilMatriks A * Matriks B: ");
 for(i=0;i<ordo;i++)    {
  for(j=0;j<ordo;j++)   {
      gotoxy((j+1)*5,i+11+ordo*2);
      printf ("%d",mc[i][j]); } }
 getch();   }

=>        Berfungsi sebagai “void kalimatriks()” memberi nama variable. Fungsi dari sintax di atas ini berfungsi untuk mengkalikan matriks A dengan matrix B dan jumlah ordo akan sama, misal kita masukkan “ordonya 3 = baris 3 * kolom 3”. Fungsi yang sangat harus diperhatikan adalah fungsi for yang bersarang.

 3.      Output Program
 Tampilan menu :


Prima :



Sorting Bilangan :



Perkalian matriks :
 


            Mungkin itu saja penjelasan Mengenai Membuat Program Algoritma Brute Force 2 (Pencarian Bilangan, Sorting Bilangan, Perkalian Matrix) Menggunakan C-free atau Turbo C++. apa yang telah saya pelajari di Lab Tehnik Informatika Gunadarma Mata Kuliah Perancangan Analisis Algoritma, semoga bermanfaat.. terima kasih.. ^^


Wassalamu'alaikum...


Thanks To : Tio, dan Subki

Download C-Free (Pro) : Disini Atau Disini

Jika Menyukai Artikel di blog ini, Silahkan masukkan email sobat. Akan dapat Update artikel dari blog ini, "GRATISS!!"

15 Responses to "Membuat Program Algoritma Brute Force 2 (Pencarian, Sort Bilangan) Menggunakan C-Free/Turbo C++"

  1. Ini sepertinya bahasa pemograman ya mas, agak sulit juga dipahami kalau nggak punya basic IT yang matang. Terimakasih mas faris atas share nya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mba, ini memang bahasa pemrograman C, hehehehee..

      terima kasih atas kunjungannya ya mba... ^^

      Delete
  2. saya cuma bisa vb doang gan.. c++ blom bisa caranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga masih belajar ko kang.. hehehe.. ^^

      terima kasih atas kunjungannya ya.. ^^

      Delete
  3. Rumit Mas. Dulu saya tahunya print f untuk mencetak, for dan teman-temannya merupakan pengulangan. Ini juga saya tahu dari belajar PHP dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaps benar banget mas print f itu untuk mencetak, hehehe..
      saya juga masih belajar mas nedrik.. ^^

      terima kasih atas kunjungannya ya.. ^^

      Delete
  4. Anonymous9:00:00 pm

    kalo souce codenya yg perkalian matrix ada ga ka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pada source kode diatas sudah tersedia perkalian matrix ko, coba deh liat lagi.. ^^ cuma kalau yang perkalian matrix saja belum ada nih, maaf yah.. ^^

      terima kasih atas kunjungannya.. ^^

      Delete
  5. info baru nich buat saya, harus membaca dulu dengan cermat agar ngerti :)
    makasih sharingnya mas ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama mba, semoga bermanfaat.. ^^

      terima kasih atas kunjungannya.. ^^

      Delete
  6. mas, kenapa ya fungsi gotoxy gak bisa dideklarasikan, kira kira ada ga ya fungsi lainnya tapi memiliki kegunaan yang sama? mohon penjelasannya ya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang ane tau ya gan, fungsi gotoxy itu menempatkan koordinat kursor pada layar gitu deh pokoknya, jadi kursor itu akan secara otomatis ditemptakan di gotoxy yang sobat buat

      kalo kegunaan yang sama, kata temen ane pake "spasi" aja, hahaha

      terima kasih atas kunjungannya ^^

      Delete
  7. good job gan,artikel ini sangat menarik sekali untuk disimak,keren deh ,,tentunya kami mempunyai wawasan baru yang kami dapatkan setelah membacanya,thanx yah :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah kalau seperti itu gan ^^, jangan lupa disharing ya jika memang bermanfaat ^^

      terima kasih atas kunjungannya ^^

      Delete
  8. Gi mana program.y kalau perkalian 1 smpai 10?

    ReplyDelete

Silahkan Jika ada pertanyaan, kritik, saran, dan link Error harap hubungi admin dalam kotak komentar atau Contact Us yang tersedia. Sobat bisa :

Menyisipkan kode: Kode Anda atau Kode Anda


Sobat pun bisa meletakkan Emoticon seperti diatas Form ini.

Terima kasih sudah mampir ^^